Touring Maribaya
BMRC goes to Maribaya, Lembang – 20 Desember 2008

Touring kali ini adalah touring dengan jumlah terbanyak dari sebelumnya (tercatat 45 motor yang ikut, 45 rider + lebih dari 10 boncenger) dalam sejarah aktifitas touring sepeda motor yang diadakan oleh karyawan BMJ. Entah kenapa, apa karena adanya pembuatan dan pembagian jaket BMRC atau lainnya. Tapi itu adalah satu dan lain hal, yang terpenting adalah forum ini dapat dijadikan ajang silaturahmi, rekreasi, pelepas kepenatan serta hobi bagi rekan-rekan karyawan BMJ.
Touring kali ini mengangkat tema “One Day Trip Riding for BMRC’s 1st Anniversary”. Sesuai dengan temanya perjalanan dilakukan 1 hari PP dengan rencana keberangkatan 08.00 WIB dengan rute : BMJ – Kosambi – Curug – Purwakarta – Wanayasa – Cagak – Ciater – Lembang – Maribaya. Rasanya membayangkan rute tersebut saja bagi biker terasa luar biasa medan yang ditempuh. Bukan karena banyak aral melintang tetapi jalur yang begitu mempesona untuk dilewati terlebih lokasi tujuan yang cukup kental nilai alaminya.
Sabtu, 20 Desember 2008, pagi yang indah sepertinya mau hujan tapi ternyata semangat touring kali ini mengabulkan perjalanan ini dengan tidak turun hujan baik berangkat hingga pulang. Setibanya di BMJ, penulis (Ardian) dan 2 bro/sis BMRC lainnya (Bro Lupe, Bro Dendi dan Sis Umi) dari Jakarta tiba sekitar jam 07.30 WIB telah banyak berkumpul bro-bro BMRC baik yang single ride maupun dengan boncengernya. Kamipun disambut hangat dengan senyuman dan semangat silaturahmi. Bro Dhado selaku ketum yang akan dilantik menghampiri dan menanyakan perjalanan kami dari Jakarta serta membicarakan kesiapan perjalanan touring.
“Bro..bro.. gimana bro BC dah checking semua peserta touring mengenai kesiapan safety ridingnya?” tanya bro Lupe. “Sebagian sudah sebagian lagi di check dan didata, he’s working bro…” tukas bro Dhado. “Siiip…kalo gitu langsung aja bagiin jaketnya supaya ngga molor waktunya” balas bro Lupe. Jaketpun dibagikan satu persatu sesuai dengan daftar peserta yang telah pasti dan hadir oleh Bro Bhoip. Beragam komentar mengenai bentuk dan disain dari jaket yang dibagikan pada saat itu. Anyway, kita punya jaket identitas BMRC sekarang!!! at least bisa dipake untuk harian dan bila dijalan kita bisa tau dan menyapa sesama bikers BMRC, Bravo BMRC!!!
Sebelum berangkat, Bro Chepy (Darusman) memberikan pengarahan mengenai safety riding mulai dari perlengkapan keamanan berkendara (helm, sepatu, jaket (pas banget dah dibagiin jaketnya), sarung tangan) dan hand signal. Hal ini sangat penting untuk disampaikan karena perjalanan ini dilakukan secara konvoi, terlebih dengan jumlah 45 motor berjalan bersamaan yang pasti petugasnya akan kerepotan untuk mengatur barisan sedemikian panjangnya.
Adapun petugas yang ditunjuk untuk menjaga barisan tersebut :
Vooridjer : Bro Dhado
Road Captain : Bro Ardian
Co-Road Captain : Bro Chepy
Sweeper : Bro Lutfi DS, Bro Hadi
Technical Officer : Bro BC
Setelah pengarahan mengenai Safety Riding yang diberikan oleh Bro Chepy, bro Dhado lanjut memberikan pengarahan mengenai rute perjalanan touring dan kesiapannya. Untuk menyempurnakan awal perjalanan ini, Bro Asep Vega memimpin doa agar dimudahkan dan dilindungi dalam perjalanan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa.
Start jam 08.30 WIB (telat ½ jam dari rencana) barisan motor disiapkan oleh RC dibantu oleh Sweeper. “Bro-bro… lampu besar tolong dinyalain ya kalau yang punya hazard bisa dinyalain juga” satu persatu peserta dihampiri oleh RC. “OK bro..?” tanya RC dengan mengacungkan ibu jari kepada Sweeper yang ada di paling belakang. Klakson dan sirene pun dinyalakan bersamaan sebagai tanda mulai perjalanan touring. Para petugas keamanan (Security) BMJ pun melepas perjalanan kami dengan salam hormatnya.
Sesuai rute yang telah direncanakan, dibentuk 1 barisan konvoi melewati jalur by pass yang dilanjutkan ke arah Mega M hingga sampai Klari dengan kecepatan normal 60 kpj. Sesampainya pasar Kosambi barisan konvoi mengambil arah belok ke kanan menuju jalur Curug (jalur alternatif menuju ke Purwakarta – lebih cepat dibanding arah lurus ke Cikampek). Jalanan di daerah Curug ini ternyata tidak terlalu mulus untuk dilalui memuat barisan konvoi touring ini harus berhati-hati menjaga keseimbangan motor-motornya serta memberikan hand signal kepada rider dibelakangnya bila terdapat lubang ataupun hal-hal lain didepannya. Ini adalah bentuk saling peduli dan perhatian serta menjaga kestabilan sesama biker dalam barisan konvoi touring. Bagi sebagian bikers hal ini sedikit terasa canggung dan sulit untuk diterapkan. Tetapi sangat penting dilakukan mengingat perjalanan yang dilakukan secara konvoi. Inipun tidak ada salahnya kita terapkan dalam keseharian kita dalam berkendara motor.
Tiba di lampu merah pintu masuk Purwakarta lepas dari daerah Curug, lalu lintas cukup padat terlebih masuk kota Purwakarta (sebagai jalur yang harus dilewati untuk menuju jalur Wanayasa) pada jam 9 pagi sudah sibuk dengan segala aktifitas. Sesampainya di rel kereta selepas Pasar sebagai tanda masuk area Wanayasa barisan konvoi masih tetap bersatu dalam 1 barisan.
Jalur Wanayasa ini dipilih sebagai rute karena pemandangannya yang indah serta jalur lalu lintas yang tidak ramai, terbukti beberapa kilometer dari pintu rel yang dilalui tadi hamparan sawah nan luas di kiri kanan jalan dengan latar belakang pegunungan.
Setelah beberapa kilometer berjalan kedepan didaerah Wanayasa, rombongan touring berhenti sejenak di salah satu SPBU sebelah kanan jalan untuk mengisi bahan bakar bagi bro-bro yang motornya sudah tiris bensinnya. Sekitar 50 meter didepannya persis kiri jalan terdapat Alfamart. “Pas banget nih tempat buat ngaso sejenak sekalian belanja makanan minuman ringan en menghirup udara segar (alesan…bilang aja mo ngerokok, he3x…) Sekitar 15 menit berlalu, perjalanan dilanjutkan melewati kebun teh masih didaerah Wanayasa (pokoknya ajib deh…)
Terasa barisan terbagi dua kelompok dari hingga tiba di Cagak. Barisan konvoi pertama yang dipimpin oleh bro Ardian telah tiba didaerah Cagak terlebih dahulu mengambil arah ke kanan tepatnya Ciater dengan trek jalan yang mulus dan menanjak. Sementara barisan kedua dipimpin oleh Co-RC bro Chepy. Perbedaan waktu dari kedua kelompok ini sekitar 10 menitan. Hal ini telah diantisipasi dari awal dengan ditunjuknya bro Chepy sebagai Co-RC untuk meminpin barisan bila kelompok terpecah menjadi dua. Barisan konvoi pertama tetap melaju melewati jalur ciater. Trek ini cukup menantang karena jalan yang menanjak hingga tangkuban perahu.
Hari yang cerah, udara yang dingin dan sejuk serta pemandangan yang mengagumkan didaerah tersebut membuat para bikers BMRC melaju bersama motornya dengan semangat dan menyenangkan. Kelompok pertama berhenti disuatu lokasi setelah tangkuban perahu sekitar 5 km. Sementara kelompok kedua masih dalam perjalanan didaerah Ciater. Tepat kelompok kedua berhenti di tangkuban perahu 10 menit setelah kelompok pertama berhenti, berderinglah handphone salah satu biker di kelompok pertama dimana salah satu biker yang berada di kelompok kedua memberitahukan posisi mereka berhenti. Kelompok pertama menunggu sekitar 5 menitan. Setelah 15 menit kelompok pertama menunggu, kelompok kedua lewat tidak berhenti dimana salah satu biker memberikan isyarat kepada kelompok pertama untuk melanjutkan perjalanan.
Sesampainya di suatu SPBU sekitar 10 km sebelum Lembang, rombongan konvoi berhenti untuk kembali mengisi bahan bakar. 10 menit selesai mengisi bahan bakar rombongan konvoi melanjutkan perjalanan dengan membentuk 1 kelompok dan 1 barisan kembali. Perempatan Lembang sebagai tanda barisan konvoi untuk mengambil arah kekiri dimana jalur tersebut adalah arah ke lokasi tujuan Maribaya. Masuk area tersebut barisan menurunkan kecepatan dikarenakan melewati jalan yang ramai dan komplek TNI Polri.
Suara alam mulai terasa saat memasuki lokasi seperti suara kumbang yang bersahut-sahutan serta gemericik air terjun dikejauhan. Sungguh Maha Besar Kuasa Tuhan. Seluruh peserta touring satu persatu memarkirkan motornya secara rapi dan berbaris di halaman parkir.
“Wuaaahh…., akhirnya sampe juga” celetuk salah satu biker. Perjalanan yang memakan waktu 3,5 jam dengan 2 kali isi bensin plus istirahat sejenak. Para bikers melepaskan helm, sarung tangan dan jaketnya masing-masing sembari bercengkrama tentang perjalanan yang baru saja dialami. Berbagai macam celetukan-celetukan ringan yang dilontarkan oleh para bikers sembari mengendurkan ketegangan selama perjalanan sembari menunggu instruksi untuk masuk ke lokasi wisata (btw, masuk ke lokasinya ga usah bayar masing-masing bro, dah ditanggung panitia…he3x…)
Setelah 10 menit berada di halaman parkir, semua bikers dan boncenger masuk kedalam lokasi wisata. “Subhanallah…Indah nian tempat ini” sembari mencari rest point yang cocok untuk berkumpul disalah satu sudut lokasi wisata. Akhirnya didapat salah satu saung untuk berteduh tepatnya dimuka curug pertama pas disamping pintu masuk. Itupun secara tidak sengaja mengusir halus sepasang manusia yang sedang berduaan (ganggu aja nih, tapi apa daya yang ganggu puluhan orang, ya ngalah aja deeh….)
Setelah menempati sesaat di saung tersebut dan memutuskan saung tersebut sebagai titik pertemuan, sebagian besar bikers berjalan mencari mushalla untuk melakukan ibadah shalat Dhuhur. Memang waktunya bertepatan dengan Dhuhur.
Dari rencana yang dibuat yaitu peresmian nama baru BMRC dan pelantikan Ketum baru dan jajarannya akan dideklarasikan jam 13.00 WIB setelah shalat dhuhur dan makan siang. Dikarenakan adanya factor teknis mengenai konsumsi makan siang yang telat hingga jam 15.00 WIB maka diundur jam 15.00 WIB. Enyadari kejadian ini panitia menyarankan untuk semua anggota untuk melakukan acara bebas alias jalan-jalan mengelilingi lokasi wisata Maribaya. Alhasil sebagian besar dari anggota meresponnya untuk berjalan-jalan menikmati indahnya beberapa curug yang terdapat didalam lokasi serta mampir ke beberapa warung untuk sekedar mengganjal perut yang sudah tidak kompromi (2 jam bro…laper euuyy….).
Penulis dan bro BC singgah ke salah satu warung untuk memesan makanan dan minuman yang tidak lama disusul oleh bro Dhado+boncengernya juga bro Mano dan bro Cecep. Ternyata disitu sebelumnya sudah ada bro Suro dan bro2 lainnya yang nongkrong sembari menikmati Uli panggang (katanya sih nikmat). Ada saja tingkah salah satu anggota BMRC yaitu bro Suro yang menurut saya konyol tetapi menyegarkan suasana. Kalau kata bro BC tuh anak urat malunya dah putus, hex…. Masa dagangan orang dia promosiin sembari dengan gayanya yang konyol serta macam-macam suara hewan yang dia teriakkan (gila lo Ro….). Melihat aksi bro Suro, pemilik warung dan dagangan tersebut akhirnya ga tega untuk memberikan barang dagangannya secara cuma-cuma (ya iya lah…ada dia pembeli jadi rame dateng, ha3x…). Tidak hanya itu saja mojang geulis bandung pun tak luput menjadi objeknya, sayangnya pas ditanya nomer hp sama cewek yang diajak kenalan eh bro Suro malah bilang ga bawa hp (masa nomer hp sendiri ga hapal, makanya laen kali kalo mo perang jangan tangan kosong).
Jam 14.30 WIB kami dapat konfirmasi bahwa konsumsi telah siap dan akan diantar ke lokasi. Saat itu juga kamipun meninggalkan warung untuk menuju saung tempat berkumpul. Setelah menunggu beberapa lama tepat jam 15.00 WIB, akhirnya makanan pun datang dengan lauk-pauk yang masih hangat ala masakan sunda (daging ayam, tempe goring, tahu gorng, lalapan, sambal). Waah…nikmatnya, walaupun telat tetapi respon dari anggota sangat luar biasa untuk menyantap makanan tersebut. Selesai makan budaya 5R pun tetap diterapkan alias bungkus makan dan minuman di kumpulkan ke satu tempat untuk selanjutnya dibuang ke tempat sampah.
Setelah 30 menit berlalu, bro Gepuk mengumumkan keseluruh anggota untuk berkumpul kembali ke dalam saung. Prakata diberikan oleh bro Gepuk yang selanjutnya secara resmi nama BMRC pun dideklarasikan. Sesudah itu bro Chepy selaku sesepuh melantik bro Dhado sebagai Ketua Umum BMRC dengan penyematan jaket secara simbolis. Dilanjutkan pengenalan jajaran pengurus oleh bro Dhado yaitu :
Ketum : Bro Dhado (Acc&Fin Dept)
Waketum : Bro Hadi (Tech Paper Dept)
Sekertaris : Bro Dedi (MTC Roto)
Bendahara : Bro Lutfi (NPD Dept)
Kabid Touring : Bro Ardian (QC Dept)
Kabid Technical : Bro BC (Fact Roto Dept)
Kabid Kerohanian : Bro Asep Vega (QC Dept)
Kabid IT & Website : Bro Devid (NPD Dept)
Acara seremonial berlangsung meriah dan akrab dan diakhiri doa oleh bro Asep Vega.
Selepas dari acara tersebut dilakukan foto bersama yang selanjutnya menuju halaman parkir untuk bersiap-siap pulang. Sempat juga ternyata beberapa sisa jaket yang dijanjikan akhirnya datang dan dibagikan langsung ke anggota yang telah mendaftar untuk membeli jaket. Ada 2 motor dari anggota biker yang mengalami trouble tetapi hal ini dapat ditangani dengan baik oleh bro BC dan bro-bro Dept. Teknik Paper (thanks bro..). Jam 16.30 WIB telah siap membentuk satu barisan dan klakson serta sirenepun dibunyikan sebagai tanda perjalanan pulang dimulai.
Melalui jalur yang sama seperti keberangkatan melewati patung helicopter ketemu perempatan Lembang langsung ambil kanan jalanan tidak begitu padat. Sesampainya di Tangkuban Perahu hawa dingin mulai terasa bahkan kabutpun menyambut barisan konvoi touring BMRC. Sensasi yang luar biasa ketika kabut tebal menghalangi penglihatan dimana jarak pandang dari motor ke depan sekitar 10 meter (keren maann….) Kecepatanpun diperlambat hingga maksimal 40 kpj.
Setelah melewati hamparan kabut tebal tersebut, rombongan konvoi berhenti di salah satu sisi kiri jalan tepatnya didaerah Ciater untuk belanja buah-buahan segar (Nanas, Alpukat dll). 15 menit berselang perjalanan dilanjutkan hingga sampai di Cagak dan berhenti kembali untuk melaksanakan ibadah shalat Ashar.
Selesai dari itu rombongan melanjutkan perjalanan kembali dan tiba di salah satu SPBU sebelah kiri jalan setelah danau Wanayasa.
SPBU ini dipilih sebagai rest point karena tempatnya yang bersih (toilet, tempat wudhu dan mushalla) juga ada logo PASTI PAS versi Pertamina sembari mengisi bahan bakar dan ibadah shalat Maghrib.
Tepat jam 19.00 WIB perjalanan dilanjutkan kembali. Selang 15 menit rombongan berjalan, salah satu motor dari anggota mengalami trouble yang mana kabel koplingnya putus. Cukup lama juga waktu yang diperlukan oleh bro-bro Teknik untuk memperbaiki trouble tersebut. Sekitar setengah jam kemudian motor tersebut dapat diperbaiki dengan kondisi yang tidak dapat dipaksakan untuk berjalan kencang yang penting bisa sampai ke bengkel terdekat untuk mengganti kabel kopling yang baru.
Sesuai rencana perjalanan pulang tidak melewati jalur Curug melainkan jalur BIC (Bukit Indah City). Ternyata jalur tersebut memang lebih baik dari jalur Curug. Selain jalan yang lebih rapi juga arus lalu lintas relatif lebih sepi dikarenakan daerah tersebut adalah komplek industri.
Hinggap di jalur arteri Karawang, beberapa bro-bro BMRC ada yang langsung pulang kerumahnya masing-masing dikarenakan bila ke BMJ terlebih dahulu untuk kumpul lagi menghadiri penutupan maka akan memakan waktu dan jarak tempuh yang lumayan lama dan jauh (it’s ok bro, anyway keep brotherhood…)
Setibanya di BMJ tepat jam 21.00 WIB, semua anggota berkumpul untuk berdoa bersama dikomandoi oleh bro Asep Vega dan melakukan foto bareng serta berjabat tangan tanda kekeluargaan dan rasa persaudaraan sesama bikers BMRC.
Aahhh…..ternyata hari yang cerah, meriah, tanpa masalah yang berarti, satu sama lain sesama bikers BMRC menjaga kekompakan baik dijalan maupun dalam berkumpul. Salut buat bro-bro BMRC, 45 motor berjalan beriringan secara konvoi tidak memperlihatkan arogansi, disiplin, hormat kepada pengendara lain, patuh terhadap aturan lalu lintas. Rasanya touring berikutnya saying untuk dilewatkan.
Salam Brotherhood. Keep rollin’ our two wheels…
Kontributor : Ardian Yusuf























Bravo BMRC…!!!